Notes Left

August 18th 2017

Ya Allah. Takdirkan untukku kebaikan yang Engkau inginkan. Dekatkan atau Jauhkan. Mudahkan atau Palingkan. Tetapkan padanya keteguhan. Hilangkan darinya keraguan. Berikan padaku kesabaran. Padamkan dariku keresahan. Berkahi cinta ini. Pertemukanlah kami.

Me, on Sujood 12.07 p.m

Advertisements
Notes Left

August 15th 2017

I talks about you. Like you put the stars in the sky. When I see your smile. Seems like my tears, fall. I put my words into the deepest heart. I feel my beat; running so fast, and far. Searching for some sound. Trying to found, you. Then I meet your light. But I still froze. I couldn’t out so loud.

Moon and stars. They talking about me. Who staring them, deeply. Hope they know. I miss you, more. Hope they show. Where did you now. Did we looked at the same sky? I wish.

Sleep tight. You might be, tired.


Me, talking to you, through the night 8.27 p.m

Thought

الله

IMG_20170813_112920

Masjid Istiqlal, August 13th 2017

Iman emang naik turun. Kadang kita rasa jauh. Kadang kita rasa deket. Tapi Allah setia. Dia ngga akan kemana. Kita butuh, Dia ada. Kita ngga butuh, Dia ada. Ngga minta, dikasih. Kita minta apalagi. Ngga dikabulin, diganti pahala. Ngga dikabulin, dikasih yang lebih.

Satu-satunya tempat di mana kita selalu lari. Tapi selalu diterima kalau kembali. Satu-satunya tempat di mana kita selalu buat salah. Tapi selalu di ampuni. الله

Me, on Monday Morning :..)

Notes Left

August 11th 2017

Aku merinduimu pada malam yang tak mampu kupadamkan. Aku memikirkanmu; dalam diam, pada petang yang tak terbilang. Pada ucap kata yang tersimpan. Pada manis sajak yang tertulis. Pada bisik pinta untuk Tuhan. Pada lembut kata yang mendesis.

Aku haturkan; salam hangat untukmu. Yang hangatnya meletup karna Rindu. Tuhan. Lagi. Bantu Aku.

 

(Here I am. With all my Heart Beats)

Me, on Friday 5.05 p.m

Notes Left

August 8th 2017

Ada mata yang tengah terbuka. Meski tlah ditutup kelopaknya. Ada hati yang masih menyala. Meski tlah letih berupaya. Aku ingin diam. Memaknai saja malam. Tapi tak pernah luput; membesit. Ada rautmu. Ada mimpiku. (Pintaku) Hai, ramahlah Rindu. Aku tak ingin membiru. Tidurlah, lupakan saja Aku.

Me, from Heart Beats 11.07 p.m

Notes Left

August 4th 2017

Sekiranya Tuhan tidak pernah membiarkan. Aku dan Kamu; jadi Kita. Sekiranya Tuhan tak pula merestui. Membawa takdirku. Pada akhir masa ini. Atau menunjukkan yang lain; jalan yang membuat Kita terpaling. Bolehkah sejenak Aku menitihkannya? Segala yang tertahan di bawah mata.

Bukankah setiap tangan tengadah ini, mengharap cinta yang kelak tertambat pada hanya pilihanNya. Lalu Aku masih saja berpilu. Sesak yang kadang merambati hati. Menikam jalan fikirku. Menghantui hari; malam juga pagi. Aku tak menau. Mengapakah resah terkadang betah bertamu.

Maafkan Tuhan. Aku yang masih tak mampu. Aku bukan berputus asa; akan rahmatMu. Namun keterbatasan ini, meluluh lantahku. Tuhan bimbing Aku. Kau pastinya tahu. Ada hati yang terlanjur peduli. Ada rindu yang sudah berkali. Maka jangan Kau tinggalkan Aku walau hanya sejari. Ajarkan Aku keikhlasan. Tunjukkan Aku kebenaran.

“Sesungguhnya Aku memohon pilihan atas pengetahuanMu. Aku memohon ketetapan dan kekuatan atas kekuasaanMu. Aku mengharapkan karuniaMu yang besar. Hanya Kau yang mampu, Aku tidak. Hanya Kau yang Tahu, Aku tidak. Engkau mengetahui segala perkara yang ghaib. Jikakah Kau tahu bahwa Ia baik bagiku, agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku. Maka dekatkan hati kami, mudahkan dia untukku, berkahilah kami di dalamnya. Jika Kau tahu bahwa Ia tidak baik bagiku, agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku. Maka palingkan Ia dariku, palingkan Aku darinya, takdirkanlah Aku sebuah kebaikan dimanapun Engkau tetapkan Ia berada, dan buatlah kami ridha dengannya.”

Me, on Cloudy Night 6.57 p.m